Aturan Baru KTP Makin Ribet Atau Gampang? Berlaku 21 April 2022

Berdasarkan aturan baru perihal Pencatatan Nama Dokumen Kependudukan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022, yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai aturan baru KTP.

Salah satu aturan baru yakni, pencatatan nama identitas warga untuk Kartu Keluarga (KK) hingga aturan pembuatan E-KTP diwajibkan gunakan minimal dua kata dan tak boleh disingkat. Aturan baru KTP ini ditetapkan 11 April 2022.

Aturan baru ini mulai berlaku pada tanggal 21 April 2022, disampaikan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Benny Riyanto menyatakan pencatatan nama dalam dokumen kependudukan tak boleh disingkat, kecuali jika nama tidak diartikan lain.

Selain itu, nama pada dokumen kependudukan harus mudah dibaca, tidak memiliki makna yang negatif dan tidak pula multitafsir. Pembatasan huruf yang digunakan juga berlaku yakni paling banyak 60 huruf yang sudah termasuk spasi, dengan minimal jumlah kata adalah dua.

Nama marga keluarga satu kesatuan pada nama. Selain itu, nama pada dokumen kependudukan tidak boleh menggunakan tanda baca dan angka, dan tanpa gelar pendidikan dan keagamaan dalam akta catatan sipil.

Permendagri Nomor 73/2022 mengatur tentang perubahan serta perbaikan nama, dengan syarat harus melalui tahap pengadilan negeri.

Dokumen kependudukan yang dimaksudkan yakni termasuk biodata penduduk, Kartu Identitas Anak, KK, e-KTP, akta cacatan sipil, dan surat keterangan kependudukan.

Tinggalkan komentar